Ibunda Para Ulama

ibunda ulama

Judul buku                          :  Ibunda Para Ulama

Penulis                                :  Sufyan bin Fuad Baswedan, MA

Penerbit                              :  Pustaka al-Inabah

Harga                                    :  Rp. 32.000

Resensi                                 :

 

Jangan hanya bercerita tentang kecerdasan Imam Syafi’i, kealiman Sufyan Ats Tsauri, kezuhudan Hasan Al Bashri, dan kesabaran Anas bin Malik, tapi bacalah… Bagaimana ibunda mereka!

       Pernahkah anda mendengar tentang Anas bin Malik, Abdullah bin Zubeir, dan Umar bin Abdul Aziz? Bagaimana pula dengan al-Hasan Bashri, Sufyan Ats tsauri, Imam asy-Syafi’I dan Imam Malik…?

Tentunya, nama-nama mereka demikian akrab ditelinga kita. Sepak terjang mereka pun demikian luar bias dan menjadi buah bibir dimana-mana… bukan saja dizaman mereka, namun sampai hari ini pun mereka masih menjadi panutan dan idola.

Mereka bukanlah para Nabi dan Rosul yang mendapat wahyu dan bimbingan ilahi. Mereka adalah manusia biasa yang lahir dari Rahim kaum wanita. Mereka  juga memiliki orangtua seperti kita, dan bias salah maupun lupa seperti laiknya manusia biasa…

Akan tetapi, apa yang menjadikan mereka luar biasa? Siapakah insan-insan teladan dan tangan-tangan cekatan yang mendidik mereka? Anda mungkin berkata bahwa mereka adalah para ayah yang mulia… anda tidak keliru, tapi jawaban ini tidak tepat. Sebab, banyak dari mereka terlahir sebagai yatim, atau tidak lama bersua dengan sang ayah di masa kecilnya.

Mereka adalah segelintir dari para ulama hasil didikan sang ibunda. Bagaimana ibunda mereka mendidik sang buah hati? Bagaimana mereka menanamkan nilai-nilai keislaman dan norma-norma agama kepada puteranya? Bagaimana mereka mencurahkan waktu, tenaga, bahkan biaya untuk itu semua?

Tak banyak buku yang mengulas tentang itu. Karena sejarah memang tidak banyak bercerita tentang kaum wanita dan peran mereka. Buku ini mengumpulkan mutiara hikmah para ibunda yang tercecer  ditengah ratusan biografi para ulama.

Baca dan resapi kedalaman ilmu mereka. Rasakan… bagaimana ketulusan mereka dalam menasehati, dan terapkan itu semua dalam kehidupan anda sehari-hari. Karena penulis bukan saja bercerita tentang ulama tempo dulu yang telah wafat belasan abad lalu, akan tetapi banyak juga ulama masa kini yang dididik oleh para ibunda yang istimewa itu.

Selamat membaca!

Untuk pemesanan hubungi via SMS/WA 081385197904 atau PIN  7D1D34D5

Buku Best Seller karya Abu Umar Basyier “Sandiwara Langit”

Judul               : Sandiwara Langit
Pengarang    : Abu Umar Basyier
Penerbit         : Shafa Publika
sandiwara langit
Harga            : Rp. 34.000
   Beragam pendapat ketika berbicara tentang nikah muda. Mulai dari pendapat yang positif sampai pendapat yang negatif sekali pun, seolah ini adalah fenomena baru di negeri ini. Namun sangat disayangkan pendapat mereka yang mengatakan bahwa nikah muda penyebabnya tak lain adalah hamil sebelum nikah. Mirisnya lagi pendapat ini didukung oleh beberapa fakta yang memang benar terjadi. Beginikah potret remaja saat ini. Eits… tunggu dulu. Tidak semua mereka yang memutuskan untuk menikah di usia muda karena MBA (Married By Accident ), fakta lain-sebagian besar dari mereka juga berhasil meniti kehidupan rumah tangga di usia yang muda tanpa alasan hamil di luar nikah.
            Rizqoon misalnya. Pemuda yang menjadi tokoh utama dalam novel ‘Sandiwara Langit’ ini masih berusia 18 tahun. Namun keinginannya untuk menikah begitu besar karena ia begitu paham betapa besar peluang seseorang untuk terjerumus ke dalam pergaulan yang salah yang berujung pada zina. Inilah yang membulatkan tekadnya untuk segera menikah. Namun tidak selamanya harapan berbanding lurus dengan kenyataan. Pasalnya, wanita yang ingin dinikahinya juga bukan wanita sembarangan, dan usianya juga tak jauh berbeda dengannya-hanya selisih setahun saja. Lalu apa sebenarnya yang menghalangi keinginan Rizqoon untuk menikahi gadis itu.
            Abu Umar Basyier, selaku penulis seolah ingin mengajak pembaca untuk terus beranjak dari satu halaman ke halaman lainnya. Karena kisah yang tersaji dalam buku ini bukanlah kisah biasa-biasa saja, dan yang lebih membuat kita berdecak kagum membacanya adalah penulis yang mengemas kisah nyata ini dalam bahasa yang indah dan mengharukan. Rizqoon pun kian mengukuhkan niatnya untuk menikahi gadis yang lain bernama Halimah itu. Namun, calon mertuanya memberikannya syarat yang baginya cukup berat. Statusnya sebagai pengangguran saat itu membuat calon mertuanya berpikir berulang kali untuk memberikan izin kepadanya. Maka ia diberikan dua syarat, dalam waktu 10 tahun ia harus mampu memberikan kehidupan yang layak untuk Halimah kalau tidak ia harus menceraikan Halimah. Jika ia tidak menyanggupi syarat itu maka ia harus mencari wanita lain untuk dinikahinya.
            Haru. Begitulah perasaan yang terbesit ketika membaca buku terbitan Shafa ini. Kisah haru ini belum berakhir sampai di situ saja, setelah menceritakan semua masalahnya kepada seorang ustadz, akhirnya Rizqoon memutuskan untuk tetap menikahi Halimah yang mungkin sebenarnya ia ragu akan keputusannya, mengingat 10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun ia beruntung sekali menikah dengan wanita yang begitu ikhlas.
            Tuntutan memberikan kehidupan yang layak untuk sang istri membuat Rizqoon tak tinggal diam, segala usaha telah dilakoninya, sampai akhirnya ia menjadi pengusaha roti yang berkembang pesat. Namun siapa yang tahu akan nasib seseorang. Tepat 1 hari sebelum usia pernikahan mereka genap 10 tahun, seluruh pabrik rotinya terbakar. Cerai. Ya! Itulah janji yang harus ia tepati kepada mertuanya, karena dibutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki kehidupannya seperti semula, bagaimana mungkin ia bisa memberikan kehidupan yang layak untuk istrinya. Padahal nyaris syarat itu ia penuhi. “Atas dasar kepedihan hati yang mendalam, yang hanya Allah yang tahu: ‘Saya menalaqmu Adinda….’”(Hlm. 135)
            Ibarat menonton sebuah film ketika membaca buku ini. Benarkah mereka akan bercerai? Akankah sang mertua tetap pada pendiriannya? Lalu bagaimana akhir kisah mereka? Selamat membaca.
*Penulis adalah Tholibat Ma’had Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah Medan
sumber : pena-santri.blogspot.com
24
Untuk pemesanan hubungi via SMS/WA 081385197904 atau PIN  7D1D34D5

Mimpi Bertemu Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

image

Judul buku    :  Mimpi Bertemu Nabi sholallohualaihi wasallam
Penulis          :  Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA
Penerbit        :  Rumah Ilmu
Harga            :  Rp. 17.000,-
============================

            Banyak diantara umat manusia, tidak terkecuali sebagian dari umat Islam yang tidak mengenal Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, walaupun sebagian ada yang mengklaim bahwa dirinya pernah bermimpi berjumpa Rosululloh, padahal yang datang kepadanya adalah syaithon yang mengaku-ngaku sebagai Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, karena pada dasarnya dia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya rupa dan perawakan Nabi, disamping pengetahuan yang minim tentang akhlaq dan sifat beliau. Alloh telah berfirman : ” Ataukah mereka mengenal rosul mereka, karena itu mereka memungkirinya ?”
Melalui ayat diatas, Alloh menyeru umat manusia untuk mengenali sosok rosul-Nya, yaitu Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam.

Untuk pemesanan hubungi via SMS/WA 081314120672 atau PIN  7D1D34D5

Biografi Imam Syafi’i

image

Judul Buku :  Biografi Imam Syafi’i -kehidupan, sikap, dan pendapatnya-
Penulis       :  Abdul Aziz Asy-Syinawi
Penerbit     :  Aqwam jembatan ilmu
Harga         :  Rp. 49.000,-
============================

            Beliau lahir ditahun 150 H, tahun wafatnya imam abu hanifah, imam madzhab fikih tertua. Saat masih mengandungnya, sang bunda bermimpi unik, dari farjinya keluar bintang terang, yang kemudian jatuh berkeping di Mesir. Setiap negeri mendapatkan kepingan tersebut.
Yakin bahwa anaknya akan menjadi orang penting, sepeninggal ayahnya, ibunda Imam Syafi’i membawanya pulang dari Gaza ke Mekkah, kampung leluhurnya. Kakeknya Syafi’i pernah bertemu Rosululloh saat masih kecil.Sedangkan ayahnya,  Sa’ib adalah pembawa bendera bani hasyim pada perang badar. Ia tertawan kaum muslimin, lalu menebus dirinya dan masuk Islam.
Buku ini mencatat kejujuran Imam Syafi’i sejak kecil, yang membuat sekawanan perampok bertobat. Kecerdasannya “sikecil” membaca dan menghafal Al-Muwattha membuat kagum imam Malik. Akhlaq luhurnya diakui semua orang. Tak pernah marah dalam berdebat, apalgi menjatuhkan lawannya. Sebagian ulama bila merasa hatinya kering, datang kepada beliau untuk dibacakan Al-Quran, kemudian terdengar suara gaduh karena tangisan.
Sinar ilmunya membuat ia dicintai Khalifah Harun ar-Rasyid, sehingga beberapa ulama di Irak merasa iri. Merekapun mengajukan beberapa pertanyaan fikih yang aneh-aneh untuk mengujinya. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab tangkas oleh imam Syafi’i. Anda dapat menyimak kecerdasan imam Syafi’i berikut ijtihad fikihnya dalam buku ini.

Untuk pemesanan hubungi via SMS/WA 081314120672 atau PIN  7D1D34D5